Indonesia vs Curacao 3-2: Dimas Drajad Penentu Kemenangan

Indonesia raih kemenangan melawan Curacao.
Indonesia raih kemenangan melawan Curacao. (sumber: twitter.com/pssi)

Tim Nasional Indonesia berhasil mencuri kemenangan di laga pertama dalam rangka FIFA Friendly Match melawan Curacao dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (24/9) pukul 20.00 WIB malam.

Pada laga ini Shin Tae-Yong memasang banyak nama yang sebelumnya kerap dipanggil seperti Nadeo Winata dan Trio Bek Elkan-Irianto-Fachruddin. 

Marc Klok dan Ricky Kambuaya menjadi poros di lini tengah dihimpit Yakob Sayuri dan Pratama Arhan sebagai wingback. Pos striker sendiri diisi oleh Dimas Drajad yang ditopang Egy Maulana dan Witan Sulaeman.

Di skuad asuhan Remko Bicentini, Tyrick Bodak berada di bawah mistar gawang. Didepannya ada duet Justin Shane dan Rhu Aurelio. Pemain andalan mereka juga langsung diberikan kesempatan mengisi starting eleven yaitu Jeremy Antonisse, Juninho Bacuna dan sang striker berusia 30 tahun, Rangelo Janga.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Preview Spanyol vs Swiss: Misi Lolos La Furia Roja 

Jalannya Pertandingan

Indonesia mengawali laga dengan high pressing yang cukup sistematis. Hal tersebut pun merepotkan build up Curacao yang mengandalkan umpan-umpan pendek.

Kesalahan demi kesalahan dibuat Bacuna dkk dalam melakukan passing pendek. Sayangnya, saat menguasai bola, tidak ada peluang berarti bagi skuad Garuda.

Di menit ke-8, Curacao justru unggul lebih dulu dengan gol sang striker, Rangelo Janga. Berawal dari tendangan keras yang deflect mengarah ke gawang Nadeo dan membentur tiang, Janga yang melihat bola muntah datang didekatnya langsung menyosor bola masuk ke gawang Indonesia.

Tidak kendor, Indonesia segera menyamakan kedudukan sepuluh menit berselang lewat Marc Klok. Pressing yang dilakukan oleh empat pemain cukup efektif membuat Curacao cepat kehilangan bola.

Egy yang mendapatkan bola memberi umpan pada Dimas Drajad di depan kotak pinalti, Dimas melanjutkan umpan kepada Klok yang terbebas, tendangan kerasnya pun membobol gawang Bodak.

Tak perlu waktu lama, Indonesia berhasil menggandakan skor di menit ke-22. Pratama Arhan dengan lemparan kedalam andalannya menemukan Fachruddin di kotak pinalti yang tanpa penjagaan langsung melakukan sundulan ke arah tiang jauh gawang Curacao.

Level permainan yang tinggi membuat Curacao pun merespon ketertinggalan dengan bertahan secara agresif. Hasilnya di menit ke-25, Curacao melancarkan serangan balik yang memanfaatkan kekosongan area kanan pertahanan Indonesia.

Juninho Bacuna yang menerima bola cukup membuat satu sentuhan hingga akhirnya menceploskan bola ke gawang Nadeo dan membuat skor menjadi 2-2.

Skor seri ini bertahan hingga babak pertama berakhir. Di babak pertama Indonesia berhasil membukukan total 9 tendangan dengan 4 on target.

Babak kedua dimulai, Shin Tae-Yong memasukkan Saddil Ramdani dan Marselino Ferdinand dengan menggantikan Egy Maulana dan Ricky Kambuaya.

Kedua pemain yang skillfull ini diharapkan bisa membuat permainan yang berbeda dari babak pertama.

Di babak kedua ini, kedua tim masih konsisten dengan formasi bertahan dan menyerang yang sama dengan babak pertama.

Indonesia bertahan dengan formasi 5-4-1 dan menyerang dengan formasi 3-4-3. Sementara, Curacao yang terus melakukan high pressing menggunakan formasi 2-4-4 saat bertahan dan menyerang.

Akhirnya, gol kembali hadir bagi Indonesia di menit ke-55. Pratama Arhan yang terbebas di half-space kiri serangan timnas melancarkan umpan pada Dimas Drajad yang mampu menyelesaikan dengan sontekan kaki belakangnya.

Bangun serangan Indonesia yang lebih berani dengan proaktif memberikan warna berbeda dan cukup menyulitkan tim nasional Curacao.

Kemampuan dan konsistensi bertahan para pemain di lini belakang juga cukup membuat Curacao kerepotan dan susah memperkecil skor.

Hingga babak kedua berakhir, skor masih bertahan 3-2 untuk pasukan tim nasional Indonesia.

Kemenangan ini membuat timnas berpotensi naik peringkat FIFA, pasalnya Bahrain dikandaskan Cape Verde sehari sebelumnya.

FIFA Friendly Match bagi Indonesia masih menyisakan satu laga dengan lawan yang sama yaitu Curacao di Stadion Pakansari, Bogor pada Selasa (27/9) pukul 20.00 WIB malam.

Albert Agung Hosea Sidauruk

Seorang anak yang mencintai sepakbola sebagai kebahagiaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *