Motta Jelaskan Pergantian Arnautovic Saat Melawan Sampdoria

Manajer Bologna Thiago Motta beri penjelasan soal pergantian Arnautovic
Manajer Bologna Thiago Motta beri penjelasan soal pergantian Arnautovic. (Foto: Repubblica Bologna)

MajalahSepakbola.com – Manajer Bologna Thiago Motta mengakui ada ketegangan di Bologna. Setelah hasil imbang 1-1 dengan Sampdoria disambut dengan ejekan oleh para penggemar dan menjelaskan mengapa dia mengganti Marko Arnautovic.

Dalam laga pekan kesembilan Serie A tersebut,Rossoblu sebenarnya memimpin terlebih dahulu di Stadio Dall’Ara melalui Nicolas Dominguez menit ke-32. Namun, Filip Djuricic menyamakan kedudukan dibabak kedua dengan menanduk bola lewat upaya Medhi Leris dimenit 72.

“Itu awal yang baik, kami melakukannya dengan baik di babak pertama, memainkan bola dan ruang dengan baik serta menciptakan peluang. Tetapi [akhirnya] kami kehilangan ketenangan pada bola dan tidak banyak menyerang setelah istirahat [babak pertama]” kata Thiago Motta kepada Sky Sport Italia.

“Kami bermain terlalu dalam, Sampdoria mendapatkan lebih banyak penguasaan bola dan mendapatkan kepercayaan diri. Kami perlu bekerja sama untuk menghindari situasi tersebut berkembang, yang membuat kami [akhirnya] kebobolan gol yang [harusnya] bisa dihindari.”

Bacaan Lainnya

Penggemar Bologna sebenarnya belum bisa menerima pemecatan Sinisa Mihajlovic, terutama saat kinerjanya tidak membaik di bawah arahan Thiago Motta.

Baca juga: Berardi Cedera, Sassuolo dan AC Milan Bermain Imbang

Motta jelaskan soal pergantian Arnautovic dengan Zirkzee

Ada cemoohan yang sangat keras dan amarah dari penonton ketika Arnautovic digantikan oleh Joshua Zirkzee. Mengapa dia mengganti Capocannoniere Serie A saat ini yang mencetak hampir semua gol Bologna musim ini?

“Saya percaya Joshua, karena dia memiliki potensi dan kualitas, jadi saat inilah kami membutuhkannya untuk menyerang pada ruang itu. Sinisa adalah bagian dari sejarah Bologna, saya sangat menghormati pria itu. Jadi ini adalah momen di mana kami harus tetap bersatu dan memberikan segalanya untuk keluar dari situasi ini dengan kualitas dan semangat kami.” kata manajer berusia 40 tahun itu.

Ada pelukan hangat sebelum kick-off antara Thiago Motta dan pelatih baru Sampdoria Dejan Stankovic.

“Saya memiliki kasih sayang dan rasa hormat yang sangat besar untuknya, dia tahu. Kami melalui banyak hal bersama, pengalaman baik dan kurang baik dan kami menghadapinya serta berusaha memberikan yang terbaik. Saya senang dia ada di Serie A, karena Deki adalah seseorang yang bisa menularkan banyak hal tidak hanya dalam hal sepakbola, tetapi juga sebagai pribadi.” tutupnya kepada media.

Tri Meljasi Bougenvillo
Penulis Artikel Sepakbola
Sumber: Football-Italia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *