Lulinha: Penjelajah Yang Siap Taklukkan Liga 1

Lulinha Pemain Anyar Madura United
Lulinha Pemain Anyar Madura United (sumber: instagram.com/lulinha.official)

Luiz Marcelo Morais dos Reis atau kita lebih mengenal pemain ini dengan nama Lulinha. Nama ini belum lama diketahui, karena baru beberapa bulan kebelakang dirinya menggemparkan pecinta sepakbola Indonesia.

Empat gol telah dicetak dari dua pekan awal BRI Liga 1 2022/23. Bahkan, Hattrick berhasil Ia cetak di pekan pertama BRI Liga 1 2022/23 kala Madura United mengandaskan Barito Putera dengan skor 8-0. Sementara, satu gol lainnya Ia cetak kala melawan Persib Bandung.

Hal tersebut yang membuat banyak orang bertanya-tanya, siapakah Lulinha? Apakah akan sama saja dengan pemain Brazil rata-rata yang bermain di sepakbola Indonesia?

Lulinha lahir di Maua, Kotamadya di Negara Bagian Sao Paulo. Masa kecilnya lebih dekat dengan permainan futsal ketimbang Sepakbola, hingga pada akhirnya, di usia 8 tahun dirinya direkrut pada tim akademi Corinthians.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Persija Jakarta: Muda, Matang dan Bintang

Potensinya di tim akademi Corinthians tampak terasah dengan baik dan menimbulkan banyak lirikan dari klub lain yang juga melihat hal tersebut ada pada diri Lulinha.

Namun, dirinya memilih tetap memperpanjang masa bakti di Corinthians pada tahun 2007, selama lima tahun kedepan.

Corinthians begitu merasa beruntung kala itu, sang Presiden Andres Sanchez bahkan mengatakan kalau ada klub yang tertarik dengan Lulinha, klub tersebut harus membayar 35 juta euro (24 juta poundsterling), ditambah pemain mendapatkan 25 persen dari haknya.

Seiring berjalannya waktu berseragam Corinthians, Lulinha tampak kesulitan untuk bisa konsisten mengisi slot pemain utama. Hingga, pada musim 2009/10 dirinya dipinjamkan ke Estoril Praia dengan status pinjaman satu tahun.

Bersama Estoril, Ia mampu memperoleh pengalaman dan pencapaian yang mengesankan. Di klub tersebut, Lulinha berhasil membukukan 32 kali bermain dengan mencetak lima gol. Untuk dirinya yang masih belia saat itu, tentu menjadi pencapaian yang sangat fantastis.

Kembali dari masa pinjaman di musim berikutnya tak membuat Lulinha mendapatkan slot pemain utama di Corinthians, dirinya justru kembali dipinjamkan ke Olhanense untuk musim 2010/11 selama 5 bulan.

Di Olhanense, Ia hanya mampu membukukan 2 gol dan 1 asis selama 20 kali bertanding.

Kembalinya dari Olhanense, Lulinha kembali dipinjamkan ke EC Bahia selama kurang lebih satu musim. Disana Ia mencatatkan 53 kali bermain dengan mencetak masing-masing lima gol dan lima asis.

Pencapaian-pencapaian tersebut ternyata masih belum memberikan keyakinan bagi Corinthians untuk mengandalkannya di posisi gelandang serang ataupun sayap kiri atau kanan, karena memang itu posisi dari Lulinha.

Pada akhirnya, di musim 2012/13, Lulinha dijual ke Ceara SC dengan biaya bebas transfer. Selama di Ceara, Ia berhasil membukukan 49 kali main dengan 13 gol serta 4 asisnya.

Sayangnya, nasibnya di klub Ceara ini sama dengan di Corinthians. Pada beberapa musim dirinya hanya dilempar ke beberapa tim dengan status pinjaman, ada nama Criciuma EC dan Red Bull Brasil sebagai klub yang menimangnya.

Musim 2014/15 memberikan penjelajahan baru dan lebih menantang bagi Lulinha. Setelah dari Ceara, dirinya beranjak ke beberapa tim seperti Botafogo, Mogi Mirim, Pohang Steelers, Sharjah FC,  Pafos FC, Jubilo Iwata dan Montedio Yamagata.

Empat bulan bersama Yamagata Ia mencatatkan 11 kali bermain, namun sayangnya sama sekali tak membukukan gol maupun asis. Pada 1 Agustus 2021, Ia dilepas oleh Yamagata dan berstatus tanpa klub.

Tak hanya di level klub, produktivitasnya dalam mencetak gol dan asis, juga dibuktikan di Timnas Brazil u-17. Di level internasional, Lulinha mampu mencatatkan 12 gol dalam 7 pertandingan dan membawa timnas Brazil u-17 menjuarai Kejuaraan Amerika Selatan u-17 di tahun 2007.

Setelah berhenti di banyak Pelabuhan, akhirnya Lulinha tiba di bagian timur Jawa, lebih tepatnya di Madura untuk bergabung bersama Madura United guna menghadapi musim baru BRI Liga 1 2022/23.

Tak perlu waktu lama bagi dirinya membuktikan level permainannya. Empat gol telah disarangkan olehnya meski baru menghadapi dua pertandingan. Salah satu yang paling elok adalah ketika hattrick nya membantu Madura United menghabisi Barito Putera dengan skor 8-0.

Dari segi permainan sebenarnya tak jauh beda dengan beberapa pemain Brazil lain yang ada di Liga Indonesia, namun, Lulinha punya visi bermain yang jelas.

Pergerakan dan caranya membaca permainan membuat dirinya bermain cukup efektif. Terutama saat melawan Persib Bandung di Pekan ke-2, Ia mampu beberapa kali mengecoh Bayu Fiqri disisi kiri serangan Madura United dan memberikan ancaman ke gawang Fitrul Dwi Rustapa.

Pada laga tersebut pun, Lulinha kembali mencetak satu gol hasil bola muntahan dari tendangan Malik Risaldi. Gol tersebut pun membuktikan bagaimana pandainya Ia dalam gerakan tanpa bola. 

Albert Agung Hosea Sidauruk

Seorang anak yang mencintai sepakbola sebagai kebahagiaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *