Resmi Dipecat, Graham Potter adalah Pelatih Terburuk Chelsea dalam 20 Tahun Terakhir

Resmi Dipecat, Graham Potter adalah Pelatih Terburuk Chelsea dalam 20 Tahun Terakhir
Graham Potter Resmi Dipecat dari Kursi Kepelatihan Chelsea pada Senin (3/4/2023). (Sumber : telegraph.co.uk)

Setelah terus menerus didera spekulasi, Chelsea akhirnya resmi memecat Graham Potter dari kursi kepelatihan pada Senin (3/4/2023).

Kekalahan Chelsea di kandang sendiri dengan skor 0-2 dari Aston Villa tampaknya menjadi akhir dari perjalanan Graham Potter bersama klub London tersebut.

Graham Potter memang telah mencatatkan rekor yang cukup buruk bersama Chelsea dengan meraih 7 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 10 kekalahan dari 24 pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Potter yang sebelumnya menjadi juru taktik Brighton dan datang sebagai pelatih baru menggantikan Thomas Tuchel pada September 2022 justru semakin memperparah kondisi Chelsea.

Bacaan Lainnya

Meskipun berhasil lolos ke perempat-final liga Champions, The Blues justru tampil buruk di kompetisi liga Inggris dengan terperosok di peringkat ke-11.

Chelsea baru memperoleh 38 poin dengan catatan 10 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 10 kekalahan dari total 28 pertandingan liga Inggris yang sudah dilakoni.

Chelsea bahkan saat ini tertinggal 11 poin dari Tottenham yang berada di peringkat kelima klasemen sementara liga Inggris.

Chelsea juga dipastikan gagal merebut trofi kompetisi domestik lainnya setelah tersingkir dari Piala FA dan Carabao Cup.

Yang menarik adalah Man City menjadi tim sama yang mendepak The Blues dari dua kompetisi domestik tersebut.

Hal ini merupakan sesuatu yang sangat ironi mengingat Chelsea sudah menghabiskan 295 juta Poundsterling untuk mendatangkan sepuluh pemain baru pada bursa transfer musim dingin .

Benoit Badiashile, David Fofana, Andrey Santos, Mykhailo Mudryk, Noni Madueke, Maio Gusto, Jimmy-Jay Morgan, Christopher Atherton, hingga dua bintang Piala Dunia yaitu Joao Felix dan Enzo Fernandez menjadi deretan sepuluh nama pemain yang didatangkan ke Stamford Bridge.

Jangan lupa bahwa Chelsea juga mendatangkan beberapa pemain bintang lainnya pada bursa transfer musim panas seperti Raheem Sterling, Kalidou Koulibaly, Marc Cucurella, Wesley Fofana, Dennis Zakaria hingga Pierre-Emerick Aubameyang.

Potter tampaknya seperti gagal memanfaatkan privilege emas tersebut untuk bisa membawa Chelsea menembus level tertingginya di musim ini.

Dari total 31 pertandingan di semua kompetisi sebagai pelatih The Blues sejak September 2022, Potter meraih statistik yang sangat buruk dengan meraih 12 kemenangan. 8 hasil imbang, dan 11 kekalahan.

Potter total hanya meraih 38,7% persentase kemenangan selama melatih Chelsea dan menjadi kedua terendah sejak menjadi juru taktik Brighton (31,1%).

Potter dengan demikian resmi menyandang status sebagai pelatih terburuk Chelsea dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

Potter juga menciptakan rekor buruk sebagai pelatih Chelsea dengan masa waktu tersingkat yaitu hanya tujuh bulan dari September 2022 hingga April 2023.

Asisten Chelsea sekaligus mantan anak didik Graham Potter di Brighton, Bruno Saltor akan menjadi pelatih sementara The Blues.

Bruno Saltor yang merupakan legenda klub Brighton kemungkinan besar akan memimpin skuad The Blues kala menjamu Liverpool di Stamford Bridge, Rabu (5/4/2023).

Chelsea juga sedang mencari deretan nama untuk menjadi pelatih baru mulai dari Julian Nagelsmann, Mauricio Pochettino, Luis Enrique hingga Zinedine Zidane.

Christopher
Pemerhati & Penganalisis Taktik serta Filosofi Sepakbola

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *