Kehancuran dan Kemunduran Besar Leicester City

Kehancuran dan Kemunduran Besar Leicester City
Leicester City Terus Menerus Diterpa Mimpi Buruk di Musim Ini (Sumber : fosseposse.sbnation.com)

Leicester City harus mengalami kekalahan telak dengan skor 2-6 melawan tuan rumah Tottenham Hotspur pada pertandingan lanjutan liga Inggris di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (17/9/2022).

Sempat unggul terlebih dahulu melalui gol penalti Youri Tielemans di menit ke-6, Leicester harus rela gawangnya digelontor sebanyak enam kali oleh pemain tuan rumah. Bahkan, striker Tottenham yaitu Son Heung-Min berhasil mencetak hattrick ke gawang Leicester yang dikawal Danny Ward.

Leicester dapat terbilang mengalami nasib yang cukup buruk di pertandingan ini mengingat mereka menguasai 57% ball possession dan melepaskan 19 tembakan dimana 7 diantaranya mengarah on-target.

Akan tetapi, keunggulan catatan statistik akhir tersebut nyatanya tetap membuat The Foxes gagal meredam taktik tuan rumah yang memiliki pola serangan yang jauh lebih efektif dan mematikan.

Bacaan Lainnya

Kekalahan telak ini semakin memperpanjang “bencana” yang dialami Leicester di musim ini. Hingga pekan ini, tim asuhan Brendan Rodgers tersebut baru meraih satu poin dari tujuh pertandingan liga Inggris yang sudah dilakoni.

Satu poin tersebut diperoleh dari hasil imbang melawan Brentford dengan skor 2-2 pada laga pembuka liga Inggris musim ini.

Setelah itu, segalanya menjadi bencana untuk The Foxes karena mereka kemudian mengalami enam kekalahan beruntun. Leicester telah kebobolan 22 gol dan baru mencetak 10 gol dari tujuh pertandingan yang telah mereka jalani.

Hasil ini membuat Leicester terpuruk di dasar klasemen dan diprediksi akan terdegradasi musim ini jika situasi tidak berubah untuk klub tersebut.

Brendan Rodgers diprediksi akan segera dipecat dari kursi kepelatihan Leicester. Padahal, pelatih asal Irlandia Utara tersebut berhasil mempersembahkan dua gelar juara dalam kurun waktu dua musim terakhir yaitu Piala FA musim 2020/21 dan Community Shield 2021.

Selain itu, Rodgers juga membawa Leicester menembus liga Europa selama dua musim dari tahun 2020 hingga 2022. Jangan lupa juga bahwa Leicester adalah juara liga Inggris musim 2015/16 hanya dalam kurun waktu satu tahun sejak mereka promosi ke divisi teratas.

Sayangnya, segala cerita dan dongeng indah yang ditorehkan Leicester seketika runtuh perlahan-lahan. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apa yang terjadi dengan tim yang identik warna biru tersebut?

Hengkangnya dua pemain andalan Leicester seperti Kasper Schmeichel dan Wesley Fofana nyatanya berpengaruh besar terhadap stabilitas tim. Kedua pemain tersebut berperan besar dalam membawa Leicester meraih dua trofi dalam dua musim terakhir.

Sedangkan, manajemen Leicester hanya merekrut dua pemain yang cukup tidak terkenal yaitu Alex Smithies dan Wout Faes.

Kesimpulanya adalah bukan hanya taktik Rodgers semata yang membawa Leicester terpuruk di musim ini, tetapi juga salahnya kebijakan transfer dari petinggi Leicester yang membuat The Foxes tidak memiliki kekuatan yang berarti.

Christopher
Pemerhati & Penganalisis Taktik serta Filosofi Sepakbola

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.