Umumkan Skuad untuk Piala Dunia, Brasil Tuai Sedikit Kritik

Pedro Guimaraes dipilih Tite untuk Piala Dunia.
Pedro Guimaraes dipilih Tite untuk Piala Dunia. (twitter.com/cbf_futebol)

Tim nasional Brasil asuhan pelatih Tite telah menentukan nama-nama pemain yang akan bersama-sama berjibaku di Piala Dunia 2022 Qatar beberapa hari lagi.

Brasil tergolong menjadi tim yang cukup cepat mengumumkan nama-nama pemain yang dipanggil untuk Piala Dunia 2022 ini disamping Jepang dan Australia.

Di posisi penjaga gawang, nama Alisson Becker dan Ederson Moraes masih menjadi andalan. Selain keduanya, ada nama Weverton yang kemungkinan akan menjadi kiper ketiga.

Sedikit maju ke pemain bertahan, ada nama Marquinhos, Eder Militao, Thiago Silva, dan Bremer untuk saling mengisi posisi bek tengah. Sementara, untuk posisi-posisi bek sayap diisi nama-nama seperti Alex Telles, Danilo, Alex Sandro dan Dani Alves.

Bacaan Lainnya

Pada posisi gelandang, nama-namanya tampak tidak asing. Casemiro, Fabinho, Bruno Guimaraes, Fred, Lucas Paqueta, dan Everton Ribeiro siap untuk saling membantu memberikan warna di lini tengah tim Samba.

Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah lini serang dari Brasil. Dari sekian banyak nama beken, terpilih lah sembilan nama penyerang untuk tampil di turnamen empat tahun sekali itu.

BACA JUGA: Wan-Bissaka Tak Lagi Dibutuhkan Manchester United?

Masih ada nama Neymar Junior, Vinicius Junior, Gabriel Jesus, dan Raphinha. Selain keempat nama tersebut, diselipkan juga beberapa nama yang mungkin tak banyak orang menduga. Ada nama Richarlison, Rodrygo, Anthony, Gabriel Martinelli dan Pedro.

Terdapat tiga nama yang sejauh ini agak menuai kritik oleh beberapa pihak. Menurut mereka, ada nama-nama yang lebih cocok daripada nama tersebut.

Seperti Richarlison yang dibandingkan dengan Roberto Firmino yang mana memang jelas bahwa pemain Liverpool itu lebih subur dari sisi gol dan asis.

Dibandingkan Richarlison, seorang Firmino telah berhasil mencetak 6 gol dan 3 asis dari 7 laga yang dijalankan. Sementara Richarlison, dari 9 laga yang dijalani, ia hanya bisa mencetak 2 asis.

Sebenarnya tak cukup bila dibandingkan hanya dengan penyerang Tottenham Hotspurs itu. Bila dilihat dari statistik, golnya bahkan masih lebih banyak dibandingkan dengan Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, Rodrygo, Anthony, Raphinha, dan Pedro.

Nama lain yang juga sempat menuai kontra adalah Pedro Guilherme. Pemain asal Flamengo ini, banyak dianggap remeh sebab dirinya bermain di Liga do Brasil yang mana tentunya memiliki kualitas yang jauh di bawah Firmino yang bermain di Premier League.

Namun yang perlu diketahui, pemanggilan pemain untuk tim nasionalnya tidak melulu soal performa sebelum turnamen, tetapi juga pada kesesuaian dengan skema pelatih.

Selain itu, apabila menengok ke belakang, Pedro sendiri tidak cuma pemain yang abal-abal di Flamengo. Dirinya baru saja mengantarkan Flamengo menjuarai Copa Libertadores dan menjadi topskor klub dengan 12 golnya.

Di liga domestik pun tak main-main, dengan hanya rerata bermain 49 ment per laga, sebanyak 11 gol berhasil ia cetak.

Nama terakhir yang menimbulkan banyak pertanyaan adalah Dani Alves. Pemain berusia 39 tahun itu digadang-gadang sudah tak akan lagi dipilih untuk skuad Brasil yang bermain di Piala Dunia 2022 di Qatar nanti.

Tetapi, khusus untuk Alves, ada pembelaan tersendiri dari Tite mengenai alasan memilihnya. Menurutnya, Alves merupakan kapten atau sosok pemimpin yang tepat.

“Dia (Dani Alves) salah satu kapten kami, saya datang ke sini bukan untuk membuat orang-orang di twitter merasa senang. Saya bahkan tak tahu ada berapa banyak orang Brasil yang aktif di sana. Saya menghormati perbedaan pendapat, dan saya ada di sini bukan untuk meyakinkan semua orang.” Jelas Tite via ESPN.

Meski menuai banyak komentar dari netizen, tim nasional Brasil tetaplah menjadi lawan yang menakutkan bagi banyak tim lainnya.

Selain memiliki penyerang dengan nama-nama beken, permainan Brasil yang hingga saat ini juga mengandalkan kolektifitas akan menarik untuk ditonton.

Albert Agung Hosea Sidauruk

Sepakbola sebagai kebahagiaan, BUKAN alat mematikan. #UsutTuntasTragediKanjuruhan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar