Menanti Penampilan Septian Satria Bagaskara di Timnas Garuda

Septian Satria Bagaskara, striker andalan RANS Nusantara di Liga 1
Septian Satria Bagaskara, striker andalan RANS Nusantara di Liga 1 (sumber: instagram.com/septiasatria_b)

Musim baru BRI Liga 1 2022/23 telah sampai di pekan ketiga dan telah menghadirkan pertandingan menarik hingga banyaknya gol tercipta. Hingga saat artikel ini diunggah, telah ada 74 gol yang terjadi dari 21 laga yang digelar.

Yang menarik dari catatan tersebut adalah apabila kita menengok siapa saja aktor dibalik gol-gol tersebut, dari siapa yang paling banyak mencetaknya hingga darimana Ia berasal.

Bacaan Lainnya

Dari banyaknya pemain tajam di lini depan setiap tim, nama Lulinha justru menjadi yang teratas untuk urusan topskor dengan empat gol, karena kita tahu dirinya sering ditempatkan bukan sebagai striker namun berada di pos kiri penyerangan Madura United.

Namun, tentu biasa dalam Liga kita apabila legiun asing mendominasi dalam urusan mencetak gol. Sejauh ini terdapat tiga nama pemain lokal yang menarik perhatian para penonton Liga Indonesia, Dimas Drajad, Ahmad Nur Hardianto, hingga Septian Bagaskara.

Untuk nama pertama dan terakhir telah mencetak masing-masing 2 gol, sementara bagi Nur Hardianto, dirinya telah mencetak 3 gol.

Bagi ketiganya tentu gol-gol mereka di pekan awal ini masih belum bisa membuktikan apa-apa, tapi pastinya bisa menjadi suntikan semangat tersendiri untuk menjaga konsistensi.

Dimas Drajad dan Nur Hardianto mungkin lebih populer di mata pecinta sepakbola Indonesia karena keduanya juga pernah memperkuat seragam timnas Garuda. Bahkan, Dimas sendiri pernah mengecap senior maupun under-23.

BACA JUGA: Preview Tottenham vs Southampton: Ujian Pertama Bagi Skuad Mahal Conte

Maka dari itu, yang patut menjadi perhatian adalah nama Septian Satria Bagaskara yang apabila diikuti perkembangannya sejak di Liga 2 memang terlihat punya insting mencetak gol yang mumpuni, terlebih apabila berhasil diasah dengan baik.

Bersama RANS Nusantara di musim ini, Bagas (sapaan akrabnya), telah berhasil mencetak empat gol dari delapan pertandingan di Liga maupun Piala Presiden lalu.

Di Liga musim 2022/23 kedua golnya berhasil dicetak pada pekan kedua melawan PSS Sleman. Pada laga yang berakhir dengan skor 3-3 tersebut, golnya dicetak pada menit ke-39 dan 45+2.

Selain mencetak gol, sebagai striker dirinya berhasil membukukan 17 pass success selama 83 menit bermain di lapangan.

Meski masih minor, performa jebolan Manchester United Soccer School 2015 ini patut diikuti perkembangannya, selain catatan tersebut, gaya dan teknik bermainnya cukup fleksibel dan tidak mirip dengan rata-rata striker lokal di Indonesia.

Kemauannya untuk turun dan membuka ruang bisa membuat timnya memiliki opsi menyerang yang beragam, selain itu kelincahannya sebagai striker juga membuatnya lebih mudah dalam melewati hadangan lawan.

Tetapi, ada beberapa aspek kekurangan yang tentunya perlu dikembangkan. Selain kecepatan, stamina dan penyelesaian akhirnya tetap perlu untuk diasah dan kembangkan agar bisa mencapai level permainan tertinggi dan siap menghadapi bek-bek yang kualitasnya tentu jauh di atas pemain yang dihadapi di Liga Indonesia.

Yang mengundang sisi penasaran seorang Bagas adalah kapan dia akan dicoba untuk turun mengisi pos striker Tim Nasional Indonesia asuhan Shin Tae Yong.

Usianya memang masih 24 tahun, namun postur dan teknik bermainnya tampak sudah cukup matang dan bisa dicoba untuk menjadi jawaban atas berbagai keraguan dalam hal penyerang di Tim Nasional.

Beberapa waktu lalu kita juga dikejutkan dengan pernyataan Shin Tae Yong yang tampak membutuhkan striker. “Saya minta tolong, jika kalian tahu penyerang yang bagus, rekomendasikan ke saya” kata Shin Tae Yong dilansir dari Bola.com.

Sebenarnya, Bagas pernah dipanggil di tim nasional senior maupun under-23. Bersama tim nasional senior, Ia belum pernah mendapatkan kesempatan bermain

Sementara bersama tim nasional under-23, Bagas pernah diturunkan pada tahun 2019, kala diasuh oleh Coach Indra Sjafri di Merlion Cup melawan Thailand pada 7 Juni 2019.

Memang diakui bisa jadi semakin sulit bagi Bagas apabila Indonesia juga fokus pada naturalisasi beberapa pemain keturunan yang mungkin berposisi sama.

Namun, hal tersebut tentunya bukan alasan, banyak tujuan yang bisa digapai terlebih dahulu selain seragam Tim Nasional. Entah mengembangkan diri secara performa ataupun mencoba peruntungan apabila ada tawaran untuknya bermain di luar negeri.

Albert Agung Hosea Sidauruk

Seorang anak yang mencintai sepakbola sebagai kebahagiaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.